Archive for May, 2009

Think your business, not your competitors!

Posted on May 25th, 2009 by admin  |  No Comments »

Ada sebuah pengalaman saat saya akan memulai sebuah usaha di sektor riil. Usaha ini membutuhkan lokasi dagang di shopping mall. Karena saya tinggal di Jakarta, tentunya saya me-listing shopping mall yang ada di Jakarta (dan kebetulan saya juga pencinta jalan-jalan ke mall…hehehe…).

Ternyata oh ternyata, di semua mall yang saya listing, usaha sejenis alias kompetitor telah ada. Dia punya tempat di semua mall di Jakarta, dan akhirnya saya pusing 9 keliling. Kok pusing? Ya iyalah (tanpa iya dong)…bayangkan, anda ingin membuka satu usaha, dimana telah bercokol kompetitor dengan produk yang sejenis. Lalu, bagaimana dong saya bisa jualan? Ntar malah rugi wong kompetitor udah ada duluan!

Hampir seminggu lamanya saya memikirkan kompetitor tersebut, memikirkan kendala yang ada karena keberadaan kompetitor. Seminggu pula saya tidak memikirkan persiapan usaha saya ini. Setelah seminggu itu, saya nyeletuk dalam hati “lho, kenapa gue malah sibuk mikirin kompetitor ya? Kenapa gak dipikirin bagaimana cara bikin diferensiasi produk kita untuk mengalahkan kompetitor itu”. Nah lho, bener juga! Ngapain kita mikirin kompetitor terus ya? Sampai kiamat juga kita gak pernah jualan dong kalau gitu.

Fenomena ini banyak terjadi diantara kita, saat kita mau buka bisnis, jualan, jasa dan sejenisnya. Intinya, kesulitan itu menjadi nomor 1 di pikiran kita. Celakanya, nomor 1 itu menjadi momok yang sangat menghalangi langkah kita. Contoh lain kesulitan yang sering terjadi:

kesulitan/halangan:
“ah, bisnis gini udah banyak kompetitornya, gak bakal laku nih”
kata motivasi:
“tidak ada bisnis yang tidak punya kompetitor, tinggal bagaimana kita mengemas bisnis kita menjadi beda dengan kompetitor”

kesulitan/halangan:
“mau buka dimana lagi? disini udah ada si A, disana udah ada si A juga, produk kita pun sama aja dengan si A”
kata motivasi:
“Carilah diferensiasi produk anda, pikirkan itu, jangan melulu pikirkan si A yang sudah ada dimana-mana”

kesulitan/halangan:
“saya gak tahu bisnis apa yang mau dijalanin, ntar aja deh kalau udah ketemu idenya”
kata motivasi:
“rajinlah mencari informasi apa yang dibutuhkan orang, apa yang akan menjadi trend kedepan, pikirkan dari sekarang, kalau dibiarkan nanti - nanti dan nanti, sampai akhirat juga tidak akan ketemu”

kesulitan/halangan:
“saya kan gak pinter jualan, makannya mendingan kerja kantoran aja”
kata motivasi:
“ya kalau gak dicoba mana bakal bisa! Dulu kita juga gak bisa jalan waktu kecil, tapi kita terus mencoba jalan hingga sekarang toh bisa!”

Banyak kesulitan, hambatan, halangan atau apapun namanya, menghadang kita saat kita mau buka usaha. Kesulitan tersebut boleh anda pikirkan untuk membuat sesuatu yang beda bagi produk anda. Setelah itu, buanglah kesulitan-kesulitan itu di benak anda, pikirkan keunggulan bisnis anda, pikirkan bagaimana strategi penjualan anda, pikirkan hasil yang akan anda raih, niscaya alam semesta akan memberikan respon positif pada anda!

Mengalah? Itu bukan orang Indonesia!

Posted on May 20th, 2009 by admin  |  No Comments »

Saya sudah beberapa bulan ini pergi bekerja menggunakan angkutan umum. Disamping lebih irit, dan relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan membawa mobil sendiri. Menggunakan angkutan umum (bis), kita sebenarnya diuntungkan dengan ulahnya sopir bis yang menyetir bak Paul Walker di film 2 Fast 2 Furious, bedanya cuma velg bis tidak lebar, bis tidak punya body kit dan tentunya bis tidak menggunakan NOS (bayangkan jika bis pakai NOS???)

Ada sesuatu hal yang menggelitik saya saat di jalan, dan ini terjadi setiap hari di jalanan, yaitu sikap kendaraan pribadi yang tidak mau mengalah. Ilustrasinya, saat macet di jalan (pastinya terjadi pagi dan sore hari di Jakarta dong!), banyak sekali mobil yang saling mendahului, nyelip sana sini di depan bis, padahal sangat berbahaya posisinya. Karena terlalu mepetnya mobil tersebut dengan kendaraan lain di sampingnya yaitu bis. Disaat para penumpang bis yang penuh sesak dan berdiri, dan mereka yang ber-AC di dalam mobil, tidak pernah memikirkan “hmmm biarin bis dulu aja lewat, kasihan penumpangnya”. Di saat-saat begini, bis pun tidak bisa ngebut sana-sini, yang ada mereka akhirnya ngalah dengan mobil yang tiba-tiba nongol di samping depan bis. Bahkan seringkali saya saksikan saat bis yang saya tumpangi mau jalan, mereka membunyikan klakson agar bis saya menunggu mereka dulu untuk mereka bisa lewat. Padalah posisi mereka ada di belakang. Mungkin pengendara mobil tersebut sudah terlalu penat sehingga hatinya beku untuk berpikir seperti diatas dan dikarenakan juga akibat dinginnya AC mobil mereka.

Ini baru sebagian kecil dari gambaran orang Indonesia yang tidak mengenal kata “mengalah” untuk kepentingan orang banyak. Di tingkat atas, sudah sering kita lihat (dan sudah membuat saya enggan untuk melihatnya) banyak pejabat yang tidak mau mengalah. Dalam beberapa kasus pilkada misalnya, jika ada yang kalah, pasti pihak yang kalah protes, atau pendukung mereka demo sekalian bakar kantor KPUD setempat. Apakah ini yang namanya bangsa Indonesia? Kenapa tidak mengucapkan “Selamat kepada A, saya dan mengakui kekalahan, itu jauh lebih baik”.

Egoisme rakyat sudah sangat keterlaluan. Harus ada pemimpin yang bisa menyadarkan rakyatnya agar bisa saling mengalah, memberikan kesempatan untuk kepentingan orang banyak. Terkadang saya dan mungkin juga anda berpikir sampai kapan ini akan terjadi?

Finally bikin blog sendiri

Posted on May 20th, 2009 by admin  |  1 Comment »

After bertahun-tahun, after blog ramai dibuat oleh interneterz, akhirnya baru kali ini saya bikin blog…DI DOMAIN SAYA SENDIRI!!!…hehehe…

Ahhh…sempat lama juga mikir “mau bikin blog, tapi isinya apa ya? secara nulis aja males”. Yah…kalau ngikutin males sih, sampai udah kiamat juga gak akan pernah nulis. Akhirnya dijadiin deh blog ini, rencana mau tulis personal opinion mengenai hal yang tidak jauh dari branding, marketing, IT dan sebangsanya. Semoga blog ini bisa memberikan manfaat buat yang baca.