Think your business, not your competitors!

Ada sebuah pengalaman saat saya akan memulai sebuah usaha di sektor riil. Usaha ini membutuhkan lokasi dagang di shopping mall. Karena saya tinggal di Jakarta, tentunya saya me-listing shopping mall yang ada di Jakarta (dan kebetulan saya juga pencinta jalan-jalan ke mall…hehehe…).

Ternyata oh ternyata, di semua mall yang saya listing, usaha sejenis alias kompetitor telah ada. Dia punya tempat di semua mall di Jakarta, dan akhirnya saya pusing 9 keliling. Kok pusing? Ya iyalah (tanpa iya dong)…bayangkan, anda ingin membuka satu usaha, dimana telah bercokol kompetitor dengan produk yang sejenis. Lalu, bagaimana dong saya bisa jualan? Ntar malah rugi wong kompetitor udah ada duluan!

Hampir seminggu lamanya saya memikirkan kompetitor tersebut, memikirkan kendala yang ada karena keberadaan kompetitor. Seminggu pula saya tidak memikirkan persiapan usaha saya ini. Setelah seminggu itu, saya nyeletuk dalam hati “lho, kenapa gue malah sibuk mikirin kompetitor ya? Kenapa gak dipikirin bagaimana cara bikin diferensiasi produk kita untuk mengalahkan kompetitor itu”. Nah lho, bener juga! Ngapain kita mikirin kompetitor terus ya? Sampai kiamat juga kita gak pernah jualan dong kalau gitu.

Fenomena ini banyak terjadi diantara kita, saat kita mau buka bisnis, jualan, jasa dan sejenisnya. Intinya, kesulitan itu menjadi nomor 1 di pikiran kita. Celakanya, nomor 1 itu menjadi momok yang sangat menghalangi langkah kita. Contoh lain kesulitan yang sering terjadi:

kesulitan/halangan:
“ah, bisnis gini udah banyak kompetitornya, gak bakal laku nih”
kata motivasi:
“tidak ada bisnis yang tidak punya kompetitor, tinggal bagaimana kita mengemas bisnis kita menjadi beda dengan kompetitor”

kesulitan/halangan:
“mau buka dimana lagi? disini udah ada si A, disana udah ada si A juga, produk kita pun sama aja dengan si A”
kata motivasi:
“Carilah diferensiasi produk anda, pikirkan itu, jangan melulu pikirkan si A yang sudah ada dimana-mana”

kesulitan/halangan:
“saya gak tahu bisnis apa yang mau dijalanin, ntar aja deh kalau udah ketemu idenya”
kata motivasi:
“rajinlah mencari informasi apa yang dibutuhkan orang, apa yang akan menjadi trend kedepan, pikirkan dari sekarang, kalau dibiarkan nanti - nanti dan nanti, sampai akhirat juga tidak akan ketemu”

kesulitan/halangan:
“saya kan gak pinter jualan, makannya mendingan kerja kantoran aja”
kata motivasi:
“ya kalau gak dicoba mana bakal bisa! Dulu kita juga gak bisa jalan waktu kecil, tapi kita terus mencoba jalan hingga sekarang toh bisa!”

Banyak kesulitan, hambatan, halangan atau apapun namanya, menghadang kita saat kita mau buka usaha. Kesulitan tersebut boleh anda pikirkan untuk membuat sesuatu yang beda bagi produk anda. Setelah itu, buanglah kesulitan-kesulitan itu di benak anda, pikirkan keunggulan bisnis anda, pikirkan bagaimana strategi penjualan anda, pikirkan hasil yang akan anda raih, niscaya alam semesta akan memberikan respon positif pada anda!

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Leave a Reply