Archive for the ‘Business, Branding & Marketing’ Category

Toko online suskes Vs toko online gagal

Posted on September 17th, 2009 by admin  |  No Comments »

 

Pada sesi sebelumnya saya share mengenai poin-poin yang dibutuhkan dalam merencanakan pembuatan toko online bagi bisnis anda. Saat ini, banyak sekali toko online bertaburan di internet, beberapa ada yang sukses, namun tidak sedikit yang gagal. Pengertian gagal disini adalah, toko online tersebut tidak memberikan revenue bagi anda selain hanya pajangan online belaka. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dibawah ini saya beri pertanyaan yang bisa menjawab hal tersebut.

1. Apakah kalimat/content yang ada di toko online anda mencerminkan produk anda?
Jangan salah, banyak toko online yang mengandung kata-kata tidak relevan dengan isi website sebenarnya. Mesin pencari semacam Google Inc itu pintar. Dia tidak akan menampilkan website yang isinya tidak sesuai. Misalnya anda menjual Obat kuat, tapi ada keyword disitu yang berupa “wisata bali, mobil kredit murah, jual laptop baru”. Jika mesin pencari tidak menampilkan toko online anda, bagaimana dunia tahu keberadaan toko online anda di internet. Jika mereka tidak tahu toko online anda, bagaimana mereka bisa membeli produk anda lewat internet?

2. Apakah content selalu update setiap saat?
Pengunjung akan senang jika ada informasi yang baru di toko online anda setiap mereka berkunjung. Sebaliknya mereka akan melupakan toko online anda jika kesekian kalinya mereka berkunjung, tidak ada informasi terbaru disitu. Begitu juga dengan mesin pencari. Mereka akan menempatkan toko online anda di halaman utama jika ada pencarian yang relevan dan toko online anda memliki content terbaru.

3. Seberapa sering anda mempromosikan URL toko online anda?
Anda sebagai pemilik toko online harus rajin mempromosikan toko online tersebut. Promosi disini tidak harus hard-selling, namun cukup secara implisit. Misalnya, menaruh URL tersebut di signature email anda. Cara lain yang dapat anda lakukan misalnya membuat stiker berisi URL toko online anda yang ditempel di kendaraan.
Tips: Untuk signature, sebaiknya jangan hanya menuliskan URL saja, tapi berikan kata-kata yang menarik perhatian pembaca. Contoh:

Best regards,
Jojon
www.jojon-online.com

Sebaiknya:

Best regards,
Jojon
Ingin tahu cara menurunkan berat badan dalam 5 hari? temukan rahasianya di www.jojon-online.com

Sebenarnya ada banyak poin lagi yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah toko online. Namun jika saya jabarkan semua disini, ini namanya menjadi novel, bukan tips singkat…hehehe. Semoga bisa memberikan pencerahan buat anda.

Memulai bisnis untuk keluarga muda

Posted on September 15th, 2009 by admin  |  No Comments »

Ada banyak sekali keluarga di Indonesia ini, terutama mereka yang masih merupakan keluarga muda, dengan usia antara 25-35 tahun. Mereka ini kebanyakan adalah pekerja kantoran, baik suami maupun istri. Adapun minimal suami bekerja, istri adalah mantan karyawan karena sekarang pekerjaan terbarunya adalah mengurusi anak dirumah.

Ada Beberapa keluarga cerita ke saya bahwa penghasilan mereka tidak maksimal untuk ukuran sebuah keluarga yang ideal (menurut mereka), walaupun masing-masing bekerja di kantor. Bayangkan jika hanya satu dari keluarga tersebut yang bekerja, mungkin akan lebih tidak ideal lagi penghasilannya.

Lalu apa yang bisa dilakukan dengan kondisi seperti diatas? Suami dan istri bekerja, namun penghasilannya masih kurang mencukupi. Berbisnislah! Bagaimana caranya ?? Membuat Usaha Sendiri! Biar bagaimanapun mempunyai usaha sendiri itu masih lebih baik daripada hanya mengandalkan gaji? Mungkin dalam benak kita muncul “bisnis apa yang harus saya jalankan?”. Kalau soal ini, kembali ke diri kita masing2. Ada hal yang bisa dijadikan jawabannya:

- Apa hobi kita/pasangan kita? Karena dari hobi bisa menghasilkan
- Apa kebutuhan/trend di masyarakat yang kita/pasangan kita lihat. Jika anda yakin itu bisa mendatangkan uang, buatlah bisnisnya!
- Adakah dalam melakukan kegiatan, anda sering punya kendala? Apakah orang lain juga mengalami kendala yang sama saat melakukan kegiatan yang sama? Jika iya, mungkin ini ada celah bisnis yang bisa dimanfaatkan
- Adakah rekan/saudara yang anda kenal mempunyai keahlian tertentu yang memiliki demand di pasar? Jika iya, anda pasarkan keahliannya, biarkan rekan/saudara anda yang melakukan projectnya. Istilahnya anda makelar jasa. Lumayan kan?
- Di lokasi tempat tinggal anda, apa yang dapat anda lakukan sebagai nilai jual? Menjual Air mineral, membuka kafe, kos-kosan or else? Temukan celah bisnisnya!

Nah, diatas tadi at least saya sudah membantu anda untuk mendapatkan jawaban “bisnis apa yang harus saya jalankan?”.

Setelah itu, dalam benak diri anda akan muncul pertanyaan lagi “Darimana saya bisa mendapatkan modal?”. Saya coba share pengalaman saya dan rekan dalam berbisnis mengenai modal kerja:

- Saya membuat desain website, konsultasi IT dan lainnya hanya bermodal keberanian, niat, dan meloby orang sana-sini, istilahnya “hai saya orang IT spesialis di internet web lho”. Tapi apa yang kita sampaikan harus benar adanya, jangan sampai kita berbicara kalau kita ahli strategi bisnis tapi analisa SWOT saja tidak tahu. Mulai dari situlah tersebar dari satu orang ke yang lainnya. Ingat, kalau anda berbisnis jasa, JAGA NAMA BAIK!
- Teman saya berbisnis mobil bekas, modalnya cari penjual dan cari pembeli. That’s all. Rata2 penghasilan dia sekitar 2jt-an permobil, kalau dalam 1 bulan jual 2 mobil, lumayan kan?

Nah, diatas adalah ilustrasi bagaimana kita menjalankan bisnis - terutama bagi keluarga muda yang belum mapan secara financial - untuk memulainya. Pastinya semua perlu modal, yaitu modal keberanian, modal niat, modal pintar2 anda meloby orang dan modal ongkos ke tempat klien. Di tulisan saya berikut, akan saya share bagaimana memanfaatkan IT sebagai media berbisnis. Sukses selalu!

Think your business, not your competitors!

Posted on May 25th, 2009 by admin  |  No Comments »

Ada sebuah pengalaman saat saya akan memulai sebuah usaha di sektor riil. Usaha ini membutuhkan lokasi dagang di shopping mall. Karena saya tinggal di Jakarta, tentunya saya me-listing shopping mall yang ada di Jakarta (dan kebetulan saya juga pencinta jalan-jalan ke mall…hehehe…).

Ternyata oh ternyata, di semua mall yang saya listing, usaha sejenis alias kompetitor telah ada. Dia punya tempat di semua mall di Jakarta, dan akhirnya saya pusing 9 keliling. Kok pusing? Ya iyalah (tanpa iya dong)…bayangkan, anda ingin membuka satu usaha, dimana telah bercokol kompetitor dengan produk yang sejenis. Lalu, bagaimana dong saya bisa jualan? Ntar malah rugi wong kompetitor udah ada duluan!

Hampir seminggu lamanya saya memikirkan kompetitor tersebut, memikirkan kendala yang ada karena keberadaan kompetitor. Seminggu pula saya tidak memikirkan persiapan usaha saya ini. Setelah seminggu itu, saya nyeletuk dalam hati “lho, kenapa gue malah sibuk mikirin kompetitor ya? Kenapa gak dipikirin bagaimana cara bikin diferensiasi produk kita untuk mengalahkan kompetitor itu”. Nah lho, bener juga! Ngapain kita mikirin kompetitor terus ya? Sampai kiamat juga kita gak pernah jualan dong kalau gitu.

Fenomena ini banyak terjadi diantara kita, saat kita mau buka bisnis, jualan, jasa dan sejenisnya. Intinya, kesulitan itu menjadi nomor 1 di pikiran kita. Celakanya, nomor 1 itu menjadi momok yang sangat menghalangi langkah kita. Contoh lain kesulitan yang sering terjadi:

kesulitan/halangan:
“ah, bisnis gini udah banyak kompetitornya, gak bakal laku nih”
kata motivasi:
“tidak ada bisnis yang tidak punya kompetitor, tinggal bagaimana kita mengemas bisnis kita menjadi beda dengan kompetitor”

kesulitan/halangan:
“mau buka dimana lagi? disini udah ada si A, disana udah ada si A juga, produk kita pun sama aja dengan si A”
kata motivasi:
“Carilah diferensiasi produk anda, pikirkan itu, jangan melulu pikirkan si A yang sudah ada dimana-mana”

kesulitan/halangan:
“saya gak tahu bisnis apa yang mau dijalanin, ntar aja deh kalau udah ketemu idenya”
kata motivasi:
“rajinlah mencari informasi apa yang dibutuhkan orang, apa yang akan menjadi trend kedepan, pikirkan dari sekarang, kalau dibiarkan nanti - nanti dan nanti, sampai akhirat juga tidak akan ketemu”

kesulitan/halangan:
“saya kan gak pinter jualan, makannya mendingan kerja kantoran aja”
kata motivasi:
“ya kalau gak dicoba mana bakal bisa! Dulu kita juga gak bisa jalan waktu kecil, tapi kita terus mencoba jalan hingga sekarang toh bisa!”

Banyak kesulitan, hambatan, halangan atau apapun namanya, menghadang kita saat kita mau buka usaha. Kesulitan tersebut boleh anda pikirkan untuk membuat sesuatu yang beda bagi produk anda. Setelah itu, buanglah kesulitan-kesulitan itu di benak anda, pikirkan keunggulan bisnis anda, pikirkan bagaimana strategi penjualan anda, pikirkan hasil yang akan anda raih, niscaya alam semesta akan memberikan respon positif pada anda!